SIB #1 – “10 Hari Pertama di Bulan Ramadhan”

SIB 1

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Rabu, 24 Juni 2015 yang bertepatan dengan 7 Ramadhan 1436 Hijriah FOSSI-FT mengadakan salah satu kegiatan rutinnya, yaitu Studi Islam Berkala (SIB). SIB kali ini diadakan pada 10 hari pertama di bulan Ramadhan di halaman Mushola Teknik.

SIB kali ini diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an. Setelah itu, dilanjutkan ke materi yang disampaikan oleh Ustadz Sukirman. Kegiatan ini berjalan baik, walaupun ada sedikit kendala namun tidak berpengaruh terhadap jalannya kegiatan ini.

Pada saat memulai materi, Ustadz Sukirman mengatakan, “Kita harus bersyukur karena masih bisa bertemu dengan bulan Ramadhan dan masih bisa menghiasinya. Karena tidak semua orang bisa bertemu dengan bulan Ramadhan tahun ini. Ada yang masih muda namun sudah meninggal, ada yang sudah tua renta sehingga tidak bisa berpuasa, bahkan ada yang bertemu dengan bulan Ramadhan namun tidak berpuasa. Selain itu, bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinanti oleh orang-orang beriman”

Pada SIB kali ini, peserta yang hadir cukup ramai dan terbangun komunikasi dua arah antara peserta dengan pemateri. Peserta terlihat antusias ketika ditanyakan oleh Ustadz Sukirman mengenai makna Ramadhan. Ada yang menjawab bahwa Ramadhan merupakan bulan dilipatgandakannya pahala, bulan penuh berkah, bulan tarbiah, serta bulan penuh ampunan. Bahkan ada yang menjawab bulan penuh takjil. Namun tentu saja jawaban tersebut ditanggapi sebagai candaan. Namun jawaban tersebut membuat suasana SIB menjadi seru.

Ustadz Sukirman juga mengatakan bahwa pengetahuan mengenai Ramadhan berbanding lurus dengan kegiatan apa yang akan kita lakukan di bulan Ramadhan nanti. Beliau memaparkan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghiasi bulan Ramadhan, yang berkaitan dengan jawab dari peserta tadi. Beberapa diantaranya yaitu memperbanyak istigfar yang berkaitan dengan bulan penuh ampunan, memperbanyak perbuatan atau amalan mulia yang berkaitan dengan bulan dilipatgandakannya pahala, serta memotivasi ibadah yang berkaitan dengan bulan tarbiah.

Selain itu, ada beberapa contoh target dalam beribadah yang dapat kita aplikasikan untuk menghidupkan Ramadhan di rumah. Beberapa di antaranya yaitu puasa yang tidak boleh putus, membaca Al-Qur’an dengan minimal 1 kali khatam di bulan Ramadhan, sahur setelah salat tahajud, salat tarawih dan salat dhuha tidak boleh putus juga, salat berjama’ah di awal waktu, infaq dan shodaqoh, tarawih dan ta’lim bersama keluarga, serta melaksanakan salat sunah lainnya seperti salat sunah rawatib. Dengan menerapkan hal-hal tersebut, tentu akan terbangun suasana penuh semangat dalam beribadah di Bulan Ramadhan dalam keluarga kita.

Amalan-amalan tersebut merupakan amalan baik yang seharusnya dapat kita kerjakan sebagai mahasiswa yang sedang mengalami masa muda, terutama di Bulan Ramadhan ini. Karena sesungguhnya di Padang Mahsyar nanti akan ada pertanyaan, “Kau gunakan untuk apa masa mudamu?”. Jawaban tersebut harus kita persiapkan dengan memperbanyak amalan-amalan baik di masa muda. Karena belum tentu amalan-amalan tersebut dapat kita lakukan di masa tua.

“Jaga masa mudamu dari kemalasan.” Itulah pesan yang disampaikan oleh Ustadz Sukirman sebagai penutup dari materi yang beliau berikan. (FRF)

-Berfikir Cerdas, Bekerja Keras, Berhati Ikhlas-