Aku dan Mentalku [Challenge SWIS Kemuslimahan Fossi FT 2022]

Aku dan Mentalku

Hallo assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Gimana kabar kalian semua? Semoga sehat ya. Jaga mental kalian wkwk

Kalian udah tau pasti dong mental itu apa? Mental adalah hal-hal yang berkaitan dengan batin dan watak manusia. Dengan kata lain, kesehatan mental adalah kondisi ketika batin dan watak manusia dalam keadaan normal, tenteram, dan tenang, sehingga dapat menjalankan aktivitas dan menikmati kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, seseorang dengan kondisi mental yang buruk akan sulit mengendalikan emosi, stres, serta tidak dapat berpikir, tidak merasa, tidak bertindak, dan tidak dapat membuat keputusan dengan tepat. Bahkan, seseorang dengan mental yang buruk pun cenderung memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang di sekitarnya atau cenderung menjauhi lingkungan sosial.

Ngomongin tentang mental, sebelumnya aku mau kenalin diri dulu nih. Aku devana dari jurusan kedokteran. Berdasarkan penjelasan diatas orang yang memiliki kesalahan dalam mentalnya akan memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang disekitarnya. Hal ini pernah ku alami. Namun, sebenarnya aku bingung apakah aku ini baik baik saja atau tidak. Secara fisik aku sehat dan secara raut wajah terlihat bahagia. Bahkan orang sekitarku pun mengira aku bahagia dan seperti tidak ada beban. Semua itu salah, begitu banyak fikiran yang ada setiap harinya di otak ku. Entah itu hal positif ataupun negatif. Setiap malam harus bergelut dengan asumsi – asumsi yang belum pasti adanya.

Introvert kata orang. Itu sebutan untuk manusia yang suka berada di lingkungan yang tidak begitu ramai, dan ia membutuhkan waktu sendiri untuk mendapatkan energi kembali. Setelah bergelut dengan yang kata orang namanya introvert akhirnya sejak di bangku SMP, aku mulai terbuka dan disitulah aku mendapatkan banyak teman. Dari situ juga aku belajar tidak ada yang salah dengan orang sekitar, melainkan perasaan kita saja yang terlalu berlebihan. Hidup yang terlalu kesepian dan menyalahkan sang pencipta atas apa yang terjadi pada diri itu tidak benar.

Udah deh itu cerita sedikit dari kehidupan aku dimana pada saat itu aku merasa sendiri dan tidak memiliki siapa – siapa, serta tidak ada yang peduli. Padahal tidak demikian.

Ini pesan deh untuk kita semua terutama diri sendiri. Seyogyanya, kita sebagai manusia jangan merasa sendiri, jika kita percaya masi ada Allah yang bersama kita. Kalaupun dunia sedang tidak baik – baik saja ingat masi ada Allah untuk curhat dan maha tau segalanya, untuk itu berikhtiarlah dan berdoa agar diberikan kemudahan. Tidak hanya itu masih ada orang terdekat seperti orang tua. Jagalah mental kalian, buang pikiran negatifnya. Pikiran negatif akan membawa kita ke mental yang buruk dan ini juga tidak baik untuk kesehatan.

Keep smile semua.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *