Kisahnya Tak Secantik Tahunnya [challenge SWIS Kemuslimahan Fossi FT 2022]

Kisahnya Tak Secantik Tahunnya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semua, sebelumnya terima kasih sudah berkenan meluangkan waktu untuk membaca tulisanku ini. Sebelum aku mulai untuk menceritakan kisahku ini, izinkanlah aku terlebih dahulu memperkenalkan tentang diriku. Namaku Ayu Dwi Cahyarani, aku biasa dipanggil Ayu, sekarang aku sedang menempuh pendidikan di Universitas Lampung. Pada kesempatan yang istimewa ini aku akan sedikit berbagi kisahku pada kalian yang telah ku lalui beberapa tahun yang lalu, yang masih amat sangat berkenan dimemori hidupku ini, yang semoga bisa menjadi inspirasi dan pengingat untuk kalian dan terlebih lagi untuk diriku sendiri. Kisahku pada kesempatan kali ini akanku beri judul “KISAHNYA TAK SECANTIK TAHUNNYA”. Kisahku ini kuberi judul Kisahnya Tak Secantik Tahunnya, karena pada tahun ini begitu banyak cerita hebat yang kualami dan jalani dari fase tertinggi hingga terendah dalam hidupku, yang memberiku banyak sekali makna serta pelajaran akan hidup ini.

Kisahku ini berawal ketika aku berumur 16 tahun, yang mana pada saat itu aku tengah berada difase mempunyai segudang cita-cita dan mimpi untuk masa depan. Pada kala itu, aku tengah menempuh pendidikan akhir di Sekolah Menengah Pertama dan sedang dalam masa perjuangan untuk melanjutkan ketahap selanjutnya, yaitu Sekolah Menengah Atas. Banyak hal yang kulakukan dan kerjakan pada masa itu, dari padatnya kegiatan dan banyaknya ujian yang menghampiri silih berganti. Kerja keras dan usahapun tak luput selalu kulakukan, berharap bisa mendapatkan nilai terbaikpun terpatri dalam jiwa ini. Rasa percaya diri akan usaha diri sendiripun sudah amat maksimal dilakukan. Namun, aku tersadar bahwasannya ada satu hal yang terlupakan ketika semua upaya dunia sudah kulakukan yaitu jalur langit.

Hingga pada hari yang sangat kutunggu yang tak lain dan bukan yaitu hari dimana pengumuman nilai Ujian Nasional Sekolah dan Ujian Akhir Semester diumumkan. Bangga? Ya,tentu saja. Karena, aku berhasil mendapatkan juara pertama sebagai peraih nilai tertinggi nilai Ujian Nasional Sekolah dan mendapatkan peringkat 1 dikelas setelah 2 tahun lamannya berjuang untuk menggantikan posisi temanku kala itu. Bahkan, predikat siswa berprestasi disekolah tingkat 1 angkatanpun berhasil kuraih. Namun, itu bukanlah tujuan utamaku melainkan, mimpi utamaku adalah diterima di Sekolah Menengah Atas favoritku. Dimana SMA itu sudah menjadi mimpiku sejak lama.

Hingga datanglah momen yang paling kutunggu yaitu hari pendaftran. Namun, bukannya menjadi hari terindah untuk mengawali mimpiku, hari itu menjadi hari penuh duka untukku. Mungkin banyak yang bertanya mengapa kukatakan hari penuh duka,
karena pada hari itu yang seharusnya aku berbahagia, akan tetapi aku harus rela mengubur dalam-dalam mimpiku untuk mendaftar di SMA yang aku mimpikan. Dan tak hanya itu, banyak hal lain yang terjadi diluar prediksi yang membuat diri ini semakin hancur. Mungkin, banyak yang mengira dan menerkan-nerka alasan mengapa aku harus mundur sebelum aku berjuang untuk mendapatkan sekolah impianku itu, mungkin tak dapat dipungkiri pula bahwasannya pasti banyak yang mereka fikirkan sangatlah berbeda dengan aslinya, dan meskipun aku menceritakan semua kisah aslinya, nyatanya tak bisa menjamin semua orang percaya akan kisahku dan pada akhirnyapun yang bisa faham dengan kisahku adalah diriku sendiri dengan tuhan.

Rasanya sudah tidak bisa dijelaskan, bahkan kata sedih, marah, kecewa, semua bercampur aduk dalam pikiran,benak,dan jiwaku ini. Setalah hari itupun diri ini masih berjuang berpindah mendaftar SMA kesana kemari dan ya tentu saja aku ditemani orang terkasihku yaitu orangtuaku terkhusus ibu, tak lelah dengan panas dan hujan yang menerpa bahkan berkali-kali penolakan ku terima. Sakit? Ya,tak perlu dipertanyakan. Rasanya hancur ketika ada diposisi itu, melihat orangtua yang bersedih meskipun selalu bepura-pura kuat dihadapanku. Dan sejujurnya akupun juga lelah kala itu karena harus terus berpura-pura baik-baik saja ditengah keadaan yang sungguh menyiksa. Dan Hingga pada akhirnya aku memilih mengikhlaskan mimpi dan menerima takdir yang sangat diluar pemikiranku.

Hari demi hari kujalani, berusaha untuk senantiasa memahami yang aku tengah jalani, dan ya, seperti yang ku katakana diawal bahwa aku melupakan jalur langit, padahal jalur tersebut adalah jalur terbaik sebagai pengharapan. Sekian bulan aku jalani takdir ku ini dengan rasa berat dan bersedih hingga aku berada diposisi ikhlas walaupun belum ikhlas yang sempurna. Berusaha bersyukur akan semua proses dan takdir yang kulewati dan jalani, dan akupun mulai berusaha untuk memahami akan apa yang telah kujalani dan pelajaran yang aku dapat dari proses yang ku jalani ini.

Begitu banyak pelajaran hidup yang kudapatkan ditahun tersebut diantaranya aku belajar mengerti bahwasannya Tuhan adalah maha kuasa dan maha segalanya yang dimana ia selalu ambil peran penting dalam hidup dan apapun yang dijalani manusia tak akan terlepas dariNya. Iapun dzat yang dapat merubah hal yang dialami manusia dengan mudahnya, dzat yang bisa membalikan keadaan umatnya dengan amat mudah, dari hal aku alami saja aku menjadi mengerti dan yakin bahwa ketika aku diposisi tertinggi dengan pencapaianku pun dengan mudahnya ia bisa menempatkanku diposisi terbawah dengan tidak terwujudnya mimpiku. Dan ialah Allah dzat yang maha kuasa akan segala sesuatu, ia menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin, iapun selalu memberikan yg terbaik untuk setiap hambanya meski perlu air mata untuk menerimanya dan walaupun takdirnya diluar pemikiran kita, bahkan buruk menurut kita, padahal takdirnya sejatinya adalah takdir terbaik untuk setiap umatnya. Ialah sebaik-baiknya tempat pengharapan. Pada moment inipun aku mendapat satu pelajaran yang amat sangat bermakna untukku, yaitu “Apapun Keinginan Kita Baik Besar atau Kecil Hal Tersebut Kita Harus Menyertakan Tuhan dalam Hidup”, karena pada akhirnya usaha sekeras apapun tak akan berhasil jika tidak menyertakan tuhan dalam proses yang kita jalani.

Pada akhir kisahku ini, hal yang ingin aku sampaikan adalah utamakanlah sang pemilik dunia ini yaitu Tuhan, tak perduli mau sebesar atau sekecil apapun keinginan, mimpi, dan tujuan hidup kita didunia ini, janganlah hanya berfokus pada dunia yang tak akan memberimu kebahagiaan yang kekal, namun jadikanlah dunia ini untuk wadah menabung kebahagiaan di surga firdausNya. Untuk kalian yang sedang dalam posisi yang sama seperti yang pernah kualami ini, semangat ya,aku tahu kata semangat sudah teramat membosankan terdengar dan teramat jenuh dibaca, namun jangan pernah putus asa, akan tetapi berlarilah sekencang-kencangnya kepada tuhan karena ia akan memberikan kita solusi dan takdir terbaikNya.

Sekian, kisah yang dapat aku sampaikan, kurang dan lebihnya serta baik buruk kata yang kusampaikan aku mengucapkan maaf, dan terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisanku ini. Peluk hangat untuk kita semua yang sedang berjuang dan berproses untuk jadi lebih baik lagi. Ku akhiri kisahku ini dengan kata alhamdulilah dan wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *