Silahturahmi itu sangat penting..

yah tidak berlebihan kiranya kalau saya berkata demikian, karena memangKeutamaan-Silaturahmi sejatinya silahturahmi merupakan hal yang sangat penting dan mendasar bagi manusia. kita tau bahwa dengan bersilahturahmi dapat menambah panjang umur kita. ini terkandung dalam hadist yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi, Ibnu Majah dalam Sunannya no. 3663 dan Ahmad dalam Musnadnya sebanyak 10 riwayat.

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, maka sambunglah silaturahim.

 

Sungguh indah apa yang Rasul sampaikan, kalau kita mau dilapangkan rizki ya silahturahim. kalau kita mau diakhirkan ajalnya (baca : panjang umur) ya silahturahim. Contoh nyata dimana silahturahmi dapat melapangkan rizki adalah ketika kita bersilahturami ke kosan teman kita aja, insyaAllah tuh kalo di tempat dia lagi ada makanan pasti kita dapet bagian, apalagi sampe kita maen ke kampungnya insyaAllah dapet makan juga malah. itu baru contoh sederhananya banyak lagi loh contoh-contohnya..

kaitannya dengan diakhirkan ajalnya ini terdapat beberapa pendapat yaitu antara lain :

Pertama. Yang dimaksud dengan tambahan di sini, yaitu tambahan berkah dalam umur. Kemudahan melakukan ketaatan dan menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat baginya di akhirat, serta terjaga dari kesia-siaan.

Kedua. Berkaitan dengan ilmu yang ada pada malaikat yang terdapat di Lauh Mahfudz dan semisalnya. Umpama usia si fulan tertulis dalam Lauh Mahfuzh berumur 60 tahun. Akan tetapi jika dia menyambung silaturahim, maka akan mendapatkan tambahan 40 tahun, dan Allah telah mengetahui apa yang akan terjadi padanya (apakah ia akan menyambung silaturahim ataukah tidak). Inilah makna firman Allah Ta’ala ,

يَمْحُو اللهُ مَايَشَآءُ وَيُثْبِتُ

Artinya: “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki).” (QS Ar Ra’d:39).

Demikian ini ditinjau dari ilmu Allah. Apa yang telah ditakdirkan, maka tidak akan ada tambahannya. Bahkan tambahan tersebut adalah mustahil. Sedangkan ditinjau dari ilmu makhluk, maka akan tergambar adanya perpanjangan (usia).

Dan yang ketiga. Yang dimaksud, bahwa namanya tetap diingat dan dipuji. Sehingga seolah-olah ia tidak pernah mati. Demikianlah yang diceritakan oleh Al Qadli, dan riwayat ini dha’if (lemah) atau bathil. Wallahu a’lam. [Shahih Muslim dengan Syarah Nawawi, bab Shilaturrahim Wa Tahrimu Qathi’atiha (16/114)]

itulah keutamaan dalam silahturahmi, semoga setelah membaca tulisan sederhana ini kita dapat meningkatkan lagi semangat kita dalam bersilahturahim.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *